Haul Guru Tua Jadi Momentum Teladan Perjuangan Habib Idrus

waktu baca 3 menit
Screenshot

PALU, KABAR ALKHAIRAAT – Peringatan Haul Guru Tua di Palu ke-58 yang berlangsung di Kompleks PB Alkhairaat pada Rabu (01/04) menjadi ruang refleksi mendalam bagi ribuan jemaah. Acara ini menekankan pentingnya meneladani sosok Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang menyatukan kealiman, keilmuan, dan sifat zuhud dalam membangun peradaban umat di Sulawesi Tengah.

Ketua Utama Alkhairaat, HS Alwi bin Saggaf Aljufri, menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dalam Haul Guru Tua di Palu ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut momen ini adalah sarana spiritual untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup sang ulama yang penuh pengabdian dan perjuangan tulus bagi agama.

“Tentunya kehadiran kita di sini ingin mendapatkan barokah, rahmat Allah Subhanahu Wa Taala. Tentunya tidak sekadar harapan duniawi semata yang kita kejar. Namun yang lebih berharga dan utama dari semua itu sebagaimana hal-hal keteladanan yang tersampaikan dapat kita ambil pelajaran,” kata HS Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.

Habib Alwi menjelaskan bahwa, inti dari peringatan Haul Guru Tua di Palu adalah memahami bagaimana beliau menghidupkan madrasah dan mencetak tenaga pengajar. Kehidupan Guru Tua dinilai sangat berarti karena fokus pada kepentingan orang banyak melalui pembangunan sekolah dan pemberian bantuan sosial kepada murid-muridnya.

Keteladanan tersebut bersumber dari tradisi para salaf atau ulama terdahulu yang mengedepankan kesucian hati dan keikhlasan. Mengutip pesan langsung dari Guru Tua, Alwi mengingatkan agar umat selalu menjaga niat dalam setiap amal perbuatan demi Tuhan semata dan mengikuti petunjuk sebaik-baik manusia.

“Wahai orang-orang yang mengharapkan kebaikan. Selalulah engkau terjaga, jaga keikhlasanmu saat kau beramal untuk Tuhanmu dan ikutilah sebaik-baik manusia,” ucap HS Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Alwi juga menyinggung tantangan zaman modern seperti penyebaran informasi palsu yang dapat memicu provokasi. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam Haul Guru Tua di Palu ini sangat relevan untuk membentengi moral masyarakat dari degradasi sosial dan hoaks di media sosial saat ini.

Seluruh perjuangan Guru Tua di bawah naungan organisasi Alkhairaat merupakan warisan yang harus dijaga oleh generasi penerus. Habib Alwi menekankan bahwa, pengorbanan Guru Tua dalam memangkas kenikmatan hidup pribadi demi tersampaikannya pesan kebaikan adalah pelajaran yang tidak boleh dilupakan.

“Karya mereka masih kita rasakan. Kemuliaan mereka masih menjadi perbincangan orang. Amalan-amalan mereka masih dijalankan. Sejarah perjuangan mereka masih terus dikenang,” jelas HS Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Utama Alkhairaat.

Acara ditutup dengan ajakan untuk membulatkan tekad melanjutkan misi pendidikan dan dakwah yang telah diletakkan fondasinya oleh Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Tanggung jawab menjaga eksistensi nilai-nilai keislaman dan persatuan kini berada di tangan seluruh umat yang merasa memiliki cinta kepada beliau.