Diacara Haul Guru Tua, Yahya Tekankan Hidupkan MDA Alkhairaat Di Setiap Desa

waktu baca 2 menit

Sigi – Camat Dolo Selatan, Yahya A.Landua, menyampaikan pesan moral dalam kegiatan Haul ke 58 Sayid Idrus bin Salim Aljufri yang di selenggarakan di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Silaturahim Menuju Aksi, Mewujudkan Generasi Emas Sigi yang Sehat Tanpa Narkoba, Generasi Berkualitas Tanpa Pernikahan Dini, Sejahtera Tanpa Stunting dalam Semangat Pagagali Pakagaya Ngata”.

Dalam sambutannya, Yahya Landua menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi generasi muda, khususnya bahaya Narkotika yang dinilai sudah mulai menyasar anak-anak. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak untuk mencegah dampak negatif tersebut, termasuk maraknya pernikahan di bawah umur yang juga menjadi perhatian utama.

“Kita sengaja mengangkat persoalan ini karena sudah merambah pada anak-anak kita. Ini harus menjadi perhatian serius secara bersama,”tegas Yahya yang juga sebagai ketua Komisariaat daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi.

Sebagai Ketua Komda Alkhairat Yahya juga menjelaskan esensi pelaksanaan Haul Guru Tua di Dolo Selatan yakni, sebagai sarana mempererat silaturahim sekaligus memperkuat keberadaan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa, MDA Alkhairaat merupakan amanah dari Guru Tua yang harus dijaga keberlangsungannya. “Jangan sampai MDA di Dolo Selatan mati. Karena ini adalah tanggung jawab bersama sebagai Abna Alkhairaat,”tekannya.

Dalam kesempatan tersebut, Yahya juga menyoroti kebijakan sekolah yang berpotensi menghambat aktivitas belajar di MDA, terutama dengan adanya program sekolah sampai sore hari. Ia mengingatkan agar pihak sekolah tetap memberi ruang bagi anak-anak untuk mengikuti pendidikan keagamaan.

“Jangan sampai anak-anak kita dilarang masuk MDA hanya karena belajar sampe sore. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama, kepala sekolah atau guru cari tekhnis bagaimana agara anak – anak bisa belajar agama”sarannya.

Yahya bahkan mengusulkan solusi integrasi antara sekolah formal dan MDA, dengan menghadirkan guru MDA di lingkungan sekolah dan biayanya menggunakan dukungan dana BOS.

“karena pelajaran agama akan menjadi pegangan mereka untuk memahami mana yang benar dan salah, ini juga menjadi filter dengan melihat lingkungan sosial saat ini yang begitu deras”ujarnya.

Di akhir sambutannya, Yahya Landua mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk menghidupkan kembali MDA Alkhairaat di masing-masing wilayah. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap pendidikan agama sebagai bekal generasi masa depan.

Kegiatan Haul Guru Tua ke-58 tersebut ditutup dengan penunjukan Desa Bangga sebagai tuan rumah pelaksanaan Haul tahun 2027, yang direncanakan berlangsung di kawasan hunian tetap (Huntap). ***