Haul ke-58 Guru Tua: Momentum Perkuat Pendidikan dan Kebangsaan
PALU, KABAR ALKHAIRAAT – Peringatan Haul ke-58 Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Aljufri di Kota Palu menjadi momentum penting untuk menegaskan peran beliau sebagai tokoh bangsa yang memajukan sektor pendidikan dan sosial di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Mohsen Alaydrus, menyampaikan bahwa sosok Guru Tua merepresentasikan keindonesiaan dalam keberagaman budaya. Acara yang berlangsung di Kompleks PB Alkhairaat ini dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah pada Rabu (01/04).
“Beliau sebagai tokoh bangsa yang hidup dalam keberagaman suku dan kebudayaan, serta memantulkan kepribadian bangsa Indonesia secara sosiologis, antropologis, dan ekologis,” ujar HS Mohsen Alaydrus, Ketua Umum PB Alkhairaat.
Melalui jaringan pendidikan Alkhairaat, Guru Tua berhasil membangun ekosistem pembinaan generasi yang menyeimbangkan ilmu dan akhlak. Fokus utama perjuangannya adalah menciptakan peradaban bangsa yang kokoh melalui madrasah dan pesantren.
“Guru Tua adalah putra bangsa yang telah mengorbitkan karya monumental berupa perguruan Islam Alkhairaat, tempat generasi menempa ilmu dan akhlak sebagai dasar pembentukan kepribadian dan peradaban bangsa,” kata HS Mohsen Alaydrus, Ketua Umum PB Alkhairaat.
Catatan sejarah menunjukkan dedikasi luar biasa beliau dengan mendirikan 415 satuan pendidikan secara langsung selama 39 tahun masa hidupnya. Peringatan Haul ke-58 Guru Tua ini mencatat bahwa sekitar 20 persen dari ribuan madrasah Alkhairaat lahir dari tangan dingin beliau sendiri.
Saat ini, menjelang satu abad Alkhairaat pada tahun 2027, lembaga ini telah menyebar di 28 provinsi dan 78 kabupaten di seluruh Indonesia. Total terdapat sekitar 1.700 satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang dikelola secara swadaya.
Strategi dakwah yang diterapkan Guru Tua dalam Haul ke-58 Guru Tua ditekankan pada pembangunan ekosistem berbasis kultur dan sosial masyarakat setempat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kelembagaan pesantren sebagai pusat transformasi perilaku positif.
“Arus utama ideologi pendidikan Guru Tua ialah pembentukan kepribadian berlandaskan ilmu dan akhlak. Ini menjadi tonggak utama kebudayaan dan integritas bangsa,” tegas HS Mohsen Alaydrus, Ketua Umum PB Alkhairaat.
Peringatan Haul ke-58 Guru Tua juga dihadiri oleh sejumlah menteri serta tokoh nasional yang ikut mendoakan jasa besar almarhum bagi Indonesia. Agenda tahunan ini ditutup dengan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.
“Pertemuan ini mempererat silaturahmi kita sebagai saudara sebangsa, seagama, dan setanah air. Inilah hakikat ke-Indonesiaan yang utuh,” tutup HS Mohsen Alaydrus, Ketua Umum PB Alkhairaat.